PELATIHAN PEMBORAN GEOTEKNIK


IMG_2161 IMG_2129 IMG_2127 IMG_2125 IMG_2118 IMG_2115 IMG_2111 IMG_2110 IMG_2109 IMG_2106 IMG_2101 IMG_2092 IMG_2163IMG_2083 IMG_2077IMG_2091

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PELATIHAN PEMBORAN GEOTEKNIK

Menggunakan Mesin Bor Multi Fungsi Type MBP-01XR100 WHEEL MOUNTED

Di Fakultas Teknik Sipil UNIVERSITAS ISLAM RIAU PEKAN BARU

Dalam rangka uji coba mesin bor type MBP-01XR100 multi fungsi, yang mana Mesin Bor tersebut , dirancang dapat dipakai untuk pekerjaan pemboran, seperti :

  1. Pemboran Geoteknik ( Soil Investigation )
  2. Pemboran Air ( sampai kedalaman 100 meter, dengan diameter 6 Inchi )
  3. Pemboran Explorasi Mineral/,Batu Bara.

Mesin Bor ini dapat dilepas secara knock down, kemudian dirakit kembali dalam waktu singkat dan dilengkapi dengan roda, sehingga memudahkan untuk moving diberbagai medan.

Mesin bor ini dilengkapi, dengan peralatan tambahan, untuk dapat dipakai dalam berbagai pekerjaan pemboran seperti diatas, dengan memenuhi standard yang sudah ditetapkan.

Pada Uji Coba dan Pelatihan ini, mesin bor ini dipakai untuk pemboran Geoteknik, seperti:

  1. Pengambilan Contoh Tidak terganggu,dengan menggunakan tabung Shelby/UDS.
  2. Pengambilan contoh tidak terganggu, dengan menggunakan Triple Tube Corebarrel (NQ).
  3. Pengambilan contoh terganggu, dengan menggunakan Mata Bor Three Wing,dengan mengambil  Cutting pemborannya .
  4. Melaksanakan SPT (Standard Penetration Test), dengan menggunakan Automatic Hammer, sehingga setiap pukulan lebih akurat.

Dari hasil uji coba dan pelatihan, dapat disimpulkan Mesin Bor dapat dipakai dengan baik, dan Crew yang dilatih dapat dengan mudah mengoperasikan mesin bor tersebut. Dan dengan  melihat formasi tanah di daerah Pekan Baru /riau ini dimana lapisan tanahnya terdiri dari pasir lepas,pasir lempungan , pasir lanauan dan lebih kedalam lagi terdapat lapisanGambut, yang lunak. Untuk mengatasi hal tersebut diatas, harus dipakai peralatan tambahan seperti :

  1. Single Corebarrel, Triple Tube Corebarrel, Tabung UDS/Shelby Tube, harus memakai sistem Basket Core Catcher. Sehingga contoh tanah dapat diambil, jika menggunakan peralatas yang biasanya dipakai contoh tanah/core akan selalu lepas/jatuh.
  2. Pemakaian Pipa  Casing atau pipa Pelindung mutlak diperlukan untuk mencegah runtuhnya dinding lobang bor, yang nantinya dapat menjepit rangkaian stang bor dan Corebarrel

STANDARD OPERASIONAL PROSEDURE (S O P)

MESIN BOR MULTI FUNGSI TYPE MBP-01XR100

  1. Periksa seluruh komponen yang ada,seperti : Menara Bor, Sasis, dan mesin 2 penggerak, serta pompa pembilas ( semua peralatan harus lengkap terlebih dahulu ), sebelum dibawa ke Lokasi
  2. Sesudah sampai Lokasi (titik Bor).

a)      Rakit semua bagian mesin bor seperti yang dilakukan pada waktu Latihan,Pastikan Mesin bor rata  dengan permukaan tanah dan menara tegak lurus dengan menggunakan Waterpass, dan pasang patok pengikat sasis mesin bor dengan baik, sehingga pada waktu melakukan pemboran sasis dan menara bor tidak bergerak/goyang.

b)      Periksa :Oli mesin-mesin penggerak dan pompa air, serta Mesin penggerak Pompa Radiatornya terisi air. Lumuri setiap bagian yang berputar seperti Bearing/Lager dengan stempet/grease/gemuk.

c)      Siapkan Lokasi bor, dengan baik dan rapih, stang bor, pipa casing dan lain-lainya harus disimpandi samping mesin bor, sehingga memudahkan pada setiap penambahan stang bor/pipa casing. Dan buat kolam untuk sirkulasi  air pemboran, berukuran 1,5 x 1 x 1 meter,dan jika kolam pembilas dibuat ditanah yang porositasnya besar, maja lapisi dinding kolam dengan campuran semen dan air (diplester).

d)     Jika semua persiapan diatas sudah selesai maka hidupkan mesin Bor, biarkan sebentar untuk pemanasan mesin, Pompa air tidak usah dihidupkan, karena hanya dipakai jika kita akan menggunakan pemboran dengan memakai Triple tube Corebarrel/ Three Wing Bit.

  1. Persiapan untuk pengambilan contoh tanah dengan menggunakan Single Tube Corebarrel :
  • Siapkan Single corebarrel , pastikan mata bor terpasang kuat.
  • Pasang single corebarrel dibawah Gear Box Mesin Bor, dengan baik.
  • Hidupkan mesin Bor, putar mesin bor dengan menambah Gas, sehinggan Automatick kopling berputar,
  • Tekan stang bor dengan memutar stang pemutar sambil stang bor berputar terus, sampai Cingle corebarrel masuk semuanya kedalam tanah.
  • Kemudian lepaskan single corebarrel dari Gear Box dengan Cara Single corebarrel diputar dengan menggunakan kunci pipa kearah kiri, sambil mesin bor diangkat perlahan-lahan.
  • Jika masih pada kedalaman dangkal corebarrel dapat diangkat hanya dengan tenaga orang, jika sudah mencapai kedalaman lebih jauh, dimana Single corebarrel itu beserta rangkaian stang bor, yang berat.Maka pengangkatan menggunakan Hoist drum/Wins, yang digerakan dengan mesin penggerak.
  • Jika pengambilan contoh tanah ini pada formasi lepas/pasir lepas/gambut, maka Mata Bor single corebarrel ini harus memakai Basket Core Catcher/Trap/Klep, supaya contoh tanah dapat terambil.
  • Pada setiap run pemboran harus dicatat kedalamannya pada For Bor Log yang sudah disediakan.
  1. Pengambilan contoh tanah tidak terganggu/Undisturbe sample.

Yang dipakai adalah Tabung UDS/Shelby Tube dengan ukuran yang standard.

  • Sambungkan tabung UDS dengan stang bor , dimana pada ujung stang bor sudah dipasang Kepala Tumbukan, kemudian masukkan kedalam lobang bor, bekas pemboran sebelumnya,
  • Jika sudah siap usahakan stang bor tegak lurus,.Dan untuk pemukulnya dipakai Automatick Hammer, yang digerakkan/naik turun dengan menggunakan mesin ( portable Wins ).
  • Jika sudah ditumbuk masuk semua, seterusnya stang bor diputar 2/3 kali putaran , yang maksudnya untuk memotong contoh tanah tersebut.
  • Cabut keluar rangkaian stang bor dan tabung UDS nya .Dan catat kedalamannya, serta deskripsi contohnya dicatat pada Bor Log.
  • Untuk Preparasinya, begitu keluar Tabung UDS itu pada kedua ujungnya dibuang sedikit untuk pengecoran dengan memakai Parafin Wax/lilin, dan dikedua ujungnya ditandai : TOP DAN BOTTOMnya dengan Spidol permanen ,  untuk memudahkan  pemeriksaan  di Laboratorium.
  1. Pemeriksaan dengan memakai SPT ( Standard Penetration Test ).
  • Siapkan Tabung SPT dansambungkan dengan Stang Bor, kemudian masukkan kedalam lobang bor. Pada ujung  stang bor dipasang kepala tumbukan dan stang peluncurnya, kemudian pasang Hammer yang sudah menjadi rangkaian dari sistim automatic hammer ini.kemudian pasang Stopper.
  • Dimana jika Hammer diangkat pada jarak 76 Cm, secara automais  maka Hammer akan lepas dan menumbuk kepala tumbukan.( Peralatan ini sudah menjadi satu unit pada Automatick Hammer ini )
  • Naik turunnya Hammer ini digerakkan  dengan menggunakan portable Wins yang terpasang dibelakang menara bor.
  • Dengan memakai sistim Automatick Hammer ini, maka jatuhnya Hammer adalah pasti jatuh bebas, tidak terganggu  denga gaya lainnya.
  • Sebelum ditumbuk, pada stang Bor ditandai setiap 15 Cm, dimana nantinya akan dihitung, pada setiap 15 Cm berapa tumbukan dibutuhka ( N.1 ), begitu juga pada 15 Cm yang kedua dihitung berapa tumbukan ( n.2 ).Terakhir pada 15 Cm ketiga, dihitung jumlah Tumbukanny ( n.3 ).
  • Kemudian N1, N2, dan N3 dijumlahkan dan dicatat pada Formulir yang telah disediakan.
  • Jika pada tabung SPT tidak terambil contohnya/lepas, karena formasinya pasir lepas/gambut, maka contoh tanah yang tidak terambil oleh tabung SPT, akan diambil dengan menggunakan Single Corebarrel yang dilengkapi dengan Basket core catcher/Trap/klep.
  • Sehingga akan didapat kedalaman akhir dari lobang bor, secara akurat.
  1. Pengambilan Contoh Tanah Tidak terganggu dengan menggunakan Triple Tube Corebarrel :
  • Siapkan Corebarrel , kemudian angkat denga Wins dan masukkan kedalam lobang bor dan sambungkan dengan rangkaian stang bor sesuai dengan kedalamannya.
  • Sambungkan stang bor dengan Water Swievel dan Gear Box yang terpasang pada mesin Bor, ketinggian Gear Box dan mesin penggerak disesuaikan .
  • Pasang/sambungkan Pompa pembilas/Pompa Air dengan Water Swievel .
  • Sementara air belum dimasukkan/dipompakan
    • Putar Stang bor dengan menambah Gas pada mesin penggerak, secara perlahan terlebih dahulu. Kemudian Air dipompakan kedalam stang bor dengan pengaturan memakai stop kran, jika air sudah keluar dar lobang bor perlaha-lahan volume air diperbesar begitu juga putaran stang bor ditambah.
    • Jika sudah kelihatan stabil Antara putaran stang bor, dengan air yang keluar dari lobang bor, Tekan stang Bor secara hati-hati, disesuaikan denga formasi yang dibor.
    • Penekanan ini dilakukan terus sampai Corebarrel penuh ( panjang Inner tube corebarrel , 1,5 meter ).Jadi pemboran dengan menggunakan Triple tube berukuran 5 Feet ini, satu kali Run nya adalah 1,5 meter.Dan corebarrel akan penuh.
    • Pada  pembooran dengan menggunakan Triple Tube Corebarrel ini , tekanan air dan kecepatan penetrasi dengan keluarnya  Cutting/kotoran harus seimbang. Dengan pengalaman maka Core Recovery yang didapat akan baik, setidaknya dapat dicapai Core Recovery 90%.
    • Jika Run pemboran sudah 1,5 meter, maka corebarrel dan rangkaian stangbornya diangkat, kemudian Inti bor/core dikeluarkan.Begitu core dikeluarkan harus ditangani dengan cepat, yaitu :. Pendeskriptian, Core recovery dihitung.
    • Dan core yang keluar , jika utuh harus dipotong setiap 0,5 meter,kemudian core ini dibungkus dengan Alluminium Foil, supaya kadar airnya terjaga, dan dikasih tanda TOP dan BOTTOM. Dan untuk memperkuat dibalut dengan Celo Tape/Lak ban, yang seterusnya dimasukkan kedalam potongan Pipa Pralon  ( 60 Cm ) , juga ditandai Top dan Bottom dan di cor dengan  Parafin Wax/lilin. Dan siap dikirim ke Laboratorium.

Dari Uji coba pengoperasian Mesin Bor Multi Fungsi Type MBP-01X100 dan Pelatihan para pesertanya, berhasil dengan baik.

Mesin Bor berfungsi dengan baik dan para pesertanya, dapat memahami serta dapat mengoperasikan nya.

Untuk pekerjaan Pemboran didaerah Pekan baru dan sekitarnya, yang menjadi kendala berdasarkan pengalaman para Kontraktor Bor adalah , Formasi adalah sampai kedalaman 40 meter adalah lapisan pasir lepas, pasir lempungan, pasir lanauan\ dan Gambut. Hampir semua Kontraktor pada setiap pengerjaan pemboran akan selalu sulit untuk mendapatkan contoh tanah/gambut,dan pada pekerjaan Sondir Stang sondir  kebanyakan terjepit dan kadang-kadang tidak dapat dicabut, dan terpaksa ditinggalkan.

Untuk mengatasi :

  1. Runtuhnya Lobang Bor ( ini juga dapat menjebabkan rangkaian stang bor dan alat lainnya dapat terjepit/Stuck ) dan terjepitnya stang sondir. Dapat diatasi dengan Setiap beroperasi pemboran harus selalu menggunakan Pipa Pelindung/Pipa Casing.
  2. Lepasnya Inti Bor/Core Loss/ contoh tanah, dapat diatasi dengan memakai Basket Core Catcher, yang dipasang pada : Mata bor single corebarrel, Tabung UDS/Shelby Tube dan pad Core Liifter Case di Triple Tube Corebarrel. Basket core catcher ini didesain khusus, untuk mengatasi hal-hal seperti diatas.

 

 

 

 

 

 

Image | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

8 Responses to PELATIHAN PEMBORAN GEOTEKNIK

  1. eko says:

    Saya tertarik dengan alat bor geoteknik yg di foto bapak, mohon bantuan dimana bisa saya memesan alat bor tsb,

  2. bang yos says:

    Pak Burhan bolehkah saya minta info ttg alat bor tsb?

  3. wayan mustika says:

    Sy ingin tau informasi tentang alat di atas..termasuk harganya pak. Trima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s